Rabu, 15 Oktober 2014

Cinta Dan Pacaran

             Assalamualaikum… Waduh, kalo ngebahas masalah ini memang paling enak ya. Bener gak bro ??? iya aja dehh…. Hahah. Cinta memang adalah anugrah yang langsung diturunkan oleh Allah SWT untuk seluruh ciptaan-Nya. Tetapi, terkadang manusia sering salah kaprah dengan yang dimaksud dengan CINTA. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan cinta itu???
            Orang sering bilang cinta itu fitrah atau cinta itu anugrah, maksudnya ialah cinta adalah hal yang dapat memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan, dan menerbitkan harapan. Tak ada masalah dengan adanya cinta pada manusia dan tak ada pula Allah menurukan rasa cinta yang menyiksa. Allah menurunkan cinta agar dua insan dapat menyatu dalam bahtera asa.
            Cinta adalah pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menanamkan rasa cinta pada kita sebagai tanda cinta-Nya kepada kita semua dan agar kita berpikir tentang-Nya. Jadi, cinta itu karunia-Nya sehingga mustahil Allah menurunkan kepada manusia sesuatu yang buruk.Tapi, cinta juga adalah potensi kemaksiatan juga dapat berupa potensi ketaatan. Cinta itu juga bebas dari segala nilai dan juga cinta itu bersifat netral, maksudnya tidak dapat memihak pada apapun.
Makna cinta itu sangatlah luas, maka dari itu janganlah persempit dengan syahwat, kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan dengan sebuah kemaksiatan. Islam adalah agama yang mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang, seperti cinta suami kepada istri dan juga sebaliknya, dari ayah-bunda kepada anaknya dan sebaliknya, juga kepada sesama saudara, sesama manusia, dan juga seterusnya.
            Islam tidak pernah mengHARAMkan cinta, islam mengarahkan cinta agar dapat berjalan pada yang semestinya. Islam mengatur bagaimana menunaikan cinta kepada orang tua, kepada saudara seiman, kepada sesama manusia, juga tentunya kepada lawan jenis. Bila bicara tentang cinta kepada lawan jenis, satu-satunya jalan adalah PERNIKAHAN yang dengan semuanya cinta akan jadi halal dan penuh keberkahan. Tetapi, sebalikanya islam sangat melarang keras segala bentuk interaksi cinta yang tidak halal. Bukan karena apa apa, tapi islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah segala kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia itu sendiri. Cinta yang tak semestinya, dan juga tidak halal itulah yang di maksud dengan cinta yang merusak.
            Waduh daritadi bicarain cinta yang gak halal.. gimana sih cinta yang gak halal itu?? Gini bro, cinta yang gak halal itu contohnya seperti PACARAN… siapa sih yang gak kenal dengan istilah ini, pasti semua udah tahu apa yang di maksud dengan pacaran. Tapi, apakah kalian tahu berasal dari manakah budaya pacaran itu??
            Pacaran itu berasal dari budaya orang-orang barat, dan ternyata eh ternyata pacaran itu mengandung lebih banyak mudharatnya/sisi negatifnya daripada manfaatnya. Orang biasanya mengenal pacaran itu ialah hubungan perkenalan atau pendekatan sebelum dia menikah, tapi faktanya kebanyakan pernikahan yang diawali dengan pacaran berakhir dengan PERCERAIAN. Why??? Karena bisa saja karena suaminya merasa bosan dan akhirnya mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain) ataupun sebaliknya. Tapi juga pacaran itu lebih banyak merugikan kaum wanita, kenapa?? Karena pada saat pacaran, wanita lebih banyak percaya pada rayuan gombal gembel para lelaki yang pada akhirnya wanita memberikan segala miliknya pada sang lelaki.
Padahal pacaran merugikan para kaum wanita, wanita yang mau pacaran itu bagaikan Rest Area (tempat bersinggah). Lelaki hanya mampir dan bisa pergi gitu aja bila bosan. Nah, para kaum wanita apakah mau diperlakukan seperti itu?? Pasti gak mau kan?? Terkadang juga mereka rela memberikan dengan “Percuma” dan akhirnya terjadi kecelakaan, maka lelaki kebanyakan tidak mau tanggung, padahal di Mal atau supermarket sering ada tulisan “pecah berarti membeli” tapi malah dipecahin sama orang yang gak mampu beli… cape deh!!!
Nah, terkadang para aktivis-aktivis pacaran mempunyai alasan yang selalu di awali dengan kata “tapi kan….!!!!” Ini alasan yang sering dibuat oleh para aktivis-aktivis pacaran:
1.      ”Pacaran menambah semangat belajar”
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada. Mungkin memang awalnya menambah semangat karena ingin memperlihatkan kepada pacarnya bahwa dia pintar, waduh niatnya aja udah jelek tuhh. Dengan begitu kedepannya nilainya malah jadi jeblok bin hancur.
Why??? Karena pacaran itu ibarat narkoba yang dapat membuat kecanduan dan ketagihan. Nafsu yang harus tetap terpenuhi, akhirnya kepala dipenuhi oleh khayalan dan bayangan yang tidak semestinya. Jadi, pacaran itu memang belajar tapi belajar maksiat??? Betul gak bro??
2.      “Pacaran itu menjalin tali silahturahim”
Silahturahim itu berasal dari kata Shilah yang artinya hubungan dan Rahim yang artinya rahim bunda/ibu. Jadi, yang dimaksud dengan menjalin silahturahim sebernarnya ialah menyambung hubungan antarkerabat dekat yang memang mempunyai hubungan darah atau mahram kita.
Jika memang berniat untuk silahturahim, harusnya lebih utama kita menjalin silahturahim ke orangtua sendiri, kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, atau mahram kita yang lain. Pacaran bukanlah alasan yang mengatas namakan silahturahmi, karena silahturahmi itu berpahala dan menambah rezeki dan berkah sedangkan, pacaran itu maksiat dan malah akan menanmbah dosa. Tiada pernah sama antara maksiat dan taat.
3.      “Pacaran gak ngapa-ngapain, Cuma pegangan/telfonan doang”
Tahu gak bro?? “Cuma” itu kata yang berbahaya. Karena semua kemaksiatan awalnya juga “Cuma”. Selingkuh itu awalnya ya “Cuma” teman. Hamil itu juga awalnya “Cuma” pegangan.
4.      “Pacaran Cuma katakan sayang/cinta doing kok”
Setiap amal dan lisan kita bakal di pertanggung jawabkan dan Allah hisab, tiada satupun yang luput dari pengawalan dan pengawasan-Nya. Mengatakan kata-kata yang bukan hak bagimu dan tidak halal baginya adalah suatu kesalahan. Kehormatan wanita harus dijaga, kemuliaannya pun harus dilindungi. Itu berarti lebih baik tidak perlu mengucapkan kata-kata sebelum waktunya. Kapan waktunya?? Jika memang kalian berdua sudah siap dan langsung menikah, saat itulah segala hal yang haram bagi kalian berdua akan menjadi halal dan mendapatkan berkah dari Allah.
5.      “Pacaran itukan tanda cinta, Allah kan memerintahkan manusia untuk saling mencinta”
Waduh, gini nih… lelaki yang sudah terinfeksi VMJ (Virus Merah Jambu) kata-katanya terkadang menjadi lebih puitis dan mendramatisir. Bagus tapi alasannya itu salah besar. Allah SWT memang Zat yang penuh cinta karena Dialah yang menurunkan rasa cinta bagi manusia. Karena itu Allah menurunkan cinta kepada manusia agar bisa di ungkapkan dengan pernikahan yang halal. Bukan malah dengan alasan pacaran, itu sama saja bermaksiat kepada Allah SWT. Na’udzubillah….
6.      “Pacaran kan buat dia bahagia, bukankah menyenangkan orang lain itu amal saleh?”
Niatnya sih bagus, tapi bagaimana dengan orangtuamu??? Pernah kalian bahagiakan?? Senang kah orangtua kalian menyaksikan kalian bermaksiat?? Berhubungan tak tentu arah, dan juga dengan resiko yang begitu besar.
Dan juga ketika pacaran bukan bahagia yang kalian dapat, tapi hanya kenikmatan sementara, yang ada batasnya dan menuntut korban. Dan juga, sebenarnya siapa sih yang kamu bahagiakan?? Dirinya atau dirimu???
7.      “Pacaran itu penjajakan pranikah”
Gitu yah, penjajakan pranikah?? Begitulah ciri-ciri lelaki yag miskin komitmen, penajajakan dulu bukannya akad dulu. Masalahnya, nikahnya belum jelas kapan. Bisa saja dua, tiga, ataupun duapuluh tahun lagi. Sedangkan penjajakannya sudah jalan duluan.
8.      “Pacaran karena aku sayang padanya”
DUSTA!!!! Bagaimana mungkin bilang sayang bila sebenarnya tidak memperdulikan masa depan si doi??? Pacaran itu adalah aktivitas maksiat, yang mengundang petaka dunia dan malapetaka akhirat. Bila kamu benar-benar saying sama si doi tentu takkan rela bila tubuh yag di sayanginya itu di sentuh api neraka karena perbuatan maksiat.
Pacaran itu tanda kedewasaan atau beradegan dewasa?? Kebanyakan remaja Indonesia menganggap jika dia sudah dewasa berarti ia sudah mampu menggandeng tangan wanita, melakukan aktivitas dewasa lainnya, seperti apel malam minggu, jalan, makan di kafe atau restoran. Tentu tidak ketinggalan, akhirnya melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan.
Alasan pacaran biasanya berkenalan sebelum menikah itu adalah dusta. Remaja belum tentu siap menikah, karenanya pacaran hanya menjadi alat untuk memuaskan nafsunya lelaki atau bisa saja wanita itu yang menginginkannya.
Bukan pacaran namanya kalau gak berpegangan, berciuman, meraba-raba, ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang meninggikan syahwat. Berkenalan mungkin benar, tapi terbatas hanya fisik yang dikenali. Wajar saja bila terjadi zina. Pertemuan rutin menghasilkan kesempatan yang muncul secara acak atau lewat kesempatan yang terencana. Setan pasti selalu menemani dua insan yang bukan muhrim berdua-duaan dan pacaran memang enaknya berduaan, Cocok.
Ditambah dengan budaya-budaya barat yang diimpor melalui sinetron, film, dan media-media lainnya yang sudah menjadi kiblatnya para remaja masa kini. Pesta-pesta di rumah ala Amerika sampai wisuda keperawanan ala Jepang jadi idaman remaja. Hasilnya pasti sudah bisa ditebak, FREESEX Merajalela.
Berdasarkan data dari BKKBN menunjukkan pada 2010 jumlah gadis yang sudah gak perawan menjadi mayoritas, di Surayaba(54%), Medan(52%), Jabodetabek(51%), Bandung(47%), dll. Dan pada 2007, berdasarkan hasil survey di 12 kota besar di Indonesia 92% pelajar pernah melakukan kissing, petting, & oralsex, 62% pernah melakukan hubungan intim, 22,7% siswi SMA pernah melakukan aborsi. Na’udzubillah…
Dan menariknya lagi, menurut BKKBN, usia rata-rata mulai pacaran adalah 12 tahun. Itu baru fakta yang terlihat, bagaikan gunung es dilaut. Yang tampak tak sebesar apa yang disembunyikan di bawah permukaan laut. Tentunya, bakal lebih mengerikan lagi.
Kenapa pacaran lebih suka di tempat yang sepi dan remang-remang?? Ataupun tempat gelap vakal lebih disukai. Karena jelas ada aktivitas yang tidak ingin dilihat oleh orang lain, yang hanya bisa dilakukan di tempat sepi dan remang-remang.
Bila melihat fakta ini, wanitanya harus sudah bisa sadar bahwa pacaran itu mengancam masa depannya dan bukan aktivitas yang aman baginya. Wanita dengan masa depan cerah itu penting bagin laki-laki, tetapi wanita dengan “masa lalu tanpa noda” itu jauh lebih berharga dan penting. Pacaran tidak membangun masa depan, tapi malah akan menghancurkannya.

            Semoga artikel yang saya tulis bisa berguna dan membuka mata hati para remaja agar menjauhi yang namanya aktivitas pacaran, aamiin. Saya mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang tidak berkenan di hati. Wabillahi taufiq Wal hidayah, Wa birridho Wal inayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar