Jumat, 17 Oktober 2014

3 Mantra Kesuksesan


      Di dunia ini siapa sih yang gak ingin sukses?? Jika ada yang gak mau, berarti perlu melakukan pemeriksaan kejiwaan dulu. Setiap manusia yang diciptakan pasti ingin sukses didunia maupun di akhirat. Nah kebetulan banget nih bro, saya akan membagikan 3 mantra yang jika di amalkan pada kehidupan kita akan bisa mengantarkan kita kepada kesuksesan dunia akhirat. Mantra ini bukan sembarang mantra, bukan juga mantra yang dari dukun-dukun ataupun paranormal. Nah, gak usah banyak basa-basi lagi bro, langsung aja… check this out!!!
1.      Man Jadda Wajadda (Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Akan Mendapatkannya)
Siapa sih yang gak kenal dengan kalimat ini. Kalimat ini memang sangat terkenal dimana-mana, ada yang menjadikan status FB, Twitter, Blog, sampai BBM. Tapi, pernah kah kalian menyadari kekuatan kalimat ini di kehidupan nyata?? Jika kita benar-benar mengamalkan kalimat ini dikehidupan kita, maka suatu kesuksesan akan menjadi suatu hak kita. Betapa besarnya makna dan kekuatan kalimat ini. Allah menciptakan manusia memang untuk bersungguh-sungguh atau berusaha. Manusia harus berusaha untuk mencapai kesuksesan dan juga harus merubah kebiasaan yang memang tidak ada gunanya dan merubahnya menjadi kebiasaan yang lebih berguna, seperti kebiasaan membaca atau belajar. Karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib seseorang jka orang itu tidak mau berubah, seperti yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an:
“Allah tidak akan mengubah  suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah keadaan diri mereka sendiri.(Q.S. Ar-Ra’d 13:11)”.
Jadi, Allah akan mengubah keadaan seseorang jika orang itu mau berusaha mengubah keadaan dirinya sendiri. Jika dulu jarang salat maka berubahlah menjadi orang yang rajin salat, jika dulu jarang belajar maka sekarang jadilah orang yang rajin belajar. Maka dengan itu Allah tak akan segan-segan untuk mengubah keadaan orang itu dan kesuksesan akan menjadi miliknya.
2.      Man Shabara Zhafira (Siapa Yang Bersabar Maka Akan Beruntung)
Mungkin kalian pernah mendengar kalimat ini, atau mungkin gak pernah sama sekali. Nah kalo memang belum, saya akan menjelaskan kalimat ini. Kalimat ini adalah salah satu pepatah yang berasal dari Arab. Seperti yang tertulis pada artinya, siapa saja yang bersabar, maka akan beruntung. Jadi kesabaran itu akan membawa keberuntungan. Tapi kesabaran itu rasanya memang pahit, tapi jika kalian memang sudah mendapatkan buah dari kesabaran maka kalian akan merasakan betapa manisnya buah kesabaran itu. Dan juga, kita dalam meraih kesuksesan kita juga perlu bersabar karena dalam meraih kesuksesan, cobaan dan rintangan takkan berhenti mengusik usaha kita. Seperti yang difirmankan Allah SWT:
“Dan sungguh, kami benar-benar akan menguji kamu sehingga kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu….(Q.S. Muhammad 47:31)”.
 Jadi, dalam berusaha mencapai kesuksesan kita harus tetap berusaha bersabar dengan segala cobaan yah broo!!
3.      Man Saara ‘Alaad Darbi Washala (Siapa Yang Berjalan di Jalannya, Maka Akan Sampai)
Seperti artinya, kalimat ini mengajarkan kita untuk menempuh jalan yang sesuai dengan tujuan kita. Jika kita ingin menjadi sukses di dunia di bidang perekonomian dunia, maka tekunilah ilmu perekonomian dunia, maka insyaallah kita akanmeendapatkan kesuksesan dari apa yang kita tekuni. Dan itu juga berlaku pada semua bidang yang ada di dunia ini.
Kalimat ini juga mengajarkan kita untuk selalu konsisten dengan apa yang kita inginkan. Kita juga ingin sukses jangan dengan cara cuma ikut-ikut teman, karena bisa jadi bidang yang ditekuni oleh teman kita itu belum tentu kita kuasai. Jadi, pilihlah jalan sesuai kemampuan dan bakatmu dan konsistenlah dengan jalan itu, niscaya apa yang engkau inginkan akan terwujud. Tapi semua itu hanya akan terwujud jika Allah berkehendak, seperti firman-Nya:
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu. Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah!! Maka jadilah sesuatu itu” (Q.S. Yasin 17:82)
Jadi, intinya ialah kunci kesuksesan hanyalah USAHA, SABAR, DAN KONSISTEN. Dengan 3 kata itu, apabila di amalkan di kehidupan, maka kesuksesan akan menjadi milik kita. Semoga artikel yang saya tulis ini membawa manfaat bagi orang banyak, mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang tidak berkenan di hati. Wallahu Muwafiq ilaa Aquamith Thoriq, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kamis, 16 Oktober 2014

Pengaruh Pacaran kepada Kesehatan Remaja

“Masih kecil, jangan pacaran!.” Pasti itu yang sering dikatakan orang tua tempo dulu menasihati anak-anak mereka,tentu saja maksud mereka bukanlah kalo sudah besar boleh. Maksudnya, boleh pacaran jika sudah dewasa dan sudah siap cepat-cepat nikah. Ternyata eh ternyata, nasihat orang tua tempo dulu sudah di akui oleh ilmuwan-ilmuwan modern bro!! dalam penemuan terbaru menunjukkan, semakin dini orang menjalin cinta, maka semakin besar resiko beban kejiwaan, depresi, dan sakit-sakitan. Waduhh bahaya juga yah broo…
Dalam penelitian yang ditulis dalam “Journal of Pain”, peneliti dari Universitas de Montreal, Universitas Hospital Center, dan McGill University menemukan bahwa anak remaja yang sudah mulai berpacaran sejak usia dini lebih banyak mengalami sakit kepala, perut, dan pinggang. Mereka juga lebih banyak mengalami depresi dan stress daripada rekan-rekan mereka yang belum pernah jadian alias JOMBLO bro.
Dr. Isabelle Tremblay, peneliti dari Universitas de Montreal serta Dr. Micheal Sullivan, professor dari McGill University telah melakukan study untuk mengetahui pengaruh menjalin hubungan sejak dini terhadap kesehatan seseorang…. Sebanyak 382 pelajar remaja berumur rata-rata 12 s/d 17 tahun di Kanada direkrut sebagai partisipan penelitian, mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang frekuensi dan intensitas mengalami gangguan emosi serta fisik dan juga usia awal mengenal cinta. Ciee ingat cinta pertama tuhh….
Hasilnya, seseorang  yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa tidak aman, dan mudah depresi. “Gejala itu berkembang dari sejak usia dini lalu remaja hingga dewasa.” Ujar Sullivan seperti dilansir www.sciencedaily.com  pada Kamis, 26 November 2009. Para peneliti sepenuhnya belum mengerti mengapa itu bisa terjadi. Namun, kesimpulan yang dinyatakan para peneliti adalah, hubungan sejak dini seperti remaja, akan memiliki intensitas rasa sakit yang lebih tinggi, terutama jika dia mempunyai hubungan yang buruk dengan pasangannya. Sementara itu, disisi lain, mereka yang belum pernah menjalin hubungan cinta pada usia dini dengan lawan jenisnya cenderung lebih ekspresif dan lebih banyak bersosialisasi dengan teman dan sahabatnya tanpa harus mengalami depresi dan stress…
Nah sekarang jelaskan bro, bahwa pacaran pada usia dini dan belum siap menikah bakal mengalami depresi dan stress. Di agama kita juga diserukan agar kita menjauhi hal ini, seperti yang dicantumkan dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(Q.S. Al Isra 17:32).
“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: Hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga kemaluannya...’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya…’.”(Q.S. An Nur 24:30-31).
Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa terkendali sehingga dapat merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dibilang terpelihara jika tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian dia berusaha untuk tidak melihatnya lagi dan tidak mengamati kecantikan atau kegantenganya.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu bisa melakukan zina, kedua kaki itu bisa melakukan zina. Dan kesemuanya itu dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.”(hadist shahih riwayat Imam bukhari dan Imam Muslim).
Jadi, bro and sis hati-hatilah dengan yang namanya “PACARAN!!!!”. Karena pacaran hanya akan menjerumuskan kita kepada lubang kemaksiatan. Waspadalah!! Waspadalah!!. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wa Birridho Wal Inayah, Wassalamualaikum Wr. Wb…

Rabu, 15 Oktober 2014

Cinta Dan Pacaran

             Assalamualaikum… Waduh, kalo ngebahas masalah ini memang paling enak ya. Bener gak bro ??? iya aja dehh…. Hahah. Cinta memang adalah anugrah yang langsung diturunkan oleh Allah SWT untuk seluruh ciptaan-Nya. Tetapi, terkadang manusia sering salah kaprah dengan yang dimaksud dengan CINTA. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan cinta itu???
            Orang sering bilang cinta itu fitrah atau cinta itu anugrah, maksudnya ialah cinta adalah hal yang dapat memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan, dan menerbitkan harapan. Tak ada masalah dengan adanya cinta pada manusia dan tak ada pula Allah menurukan rasa cinta yang menyiksa. Allah menurunkan cinta agar dua insan dapat menyatu dalam bahtera asa.
            Cinta adalah pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menanamkan rasa cinta pada kita sebagai tanda cinta-Nya kepada kita semua dan agar kita berpikir tentang-Nya. Jadi, cinta itu karunia-Nya sehingga mustahil Allah menurunkan kepada manusia sesuatu yang buruk.Tapi, cinta juga adalah potensi kemaksiatan juga dapat berupa potensi ketaatan. Cinta itu juga bebas dari segala nilai dan juga cinta itu bersifat netral, maksudnya tidak dapat memihak pada apapun.
Makna cinta itu sangatlah luas, maka dari itu janganlah persempit dengan syahwat, kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan dengan sebuah kemaksiatan. Islam adalah agama yang mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang, seperti cinta suami kepada istri dan juga sebaliknya, dari ayah-bunda kepada anaknya dan sebaliknya, juga kepada sesama saudara, sesama manusia, dan juga seterusnya.
            Islam tidak pernah mengHARAMkan cinta, islam mengarahkan cinta agar dapat berjalan pada yang semestinya. Islam mengatur bagaimana menunaikan cinta kepada orang tua, kepada saudara seiman, kepada sesama manusia, juga tentunya kepada lawan jenis. Bila bicara tentang cinta kepada lawan jenis, satu-satunya jalan adalah PERNIKAHAN yang dengan semuanya cinta akan jadi halal dan penuh keberkahan. Tetapi, sebalikanya islam sangat melarang keras segala bentuk interaksi cinta yang tidak halal. Bukan karena apa apa, tapi islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah segala kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia itu sendiri. Cinta yang tak semestinya, dan juga tidak halal itulah yang di maksud dengan cinta yang merusak.
            Waduh daritadi bicarain cinta yang gak halal.. gimana sih cinta yang gak halal itu?? Gini bro, cinta yang gak halal itu contohnya seperti PACARAN… siapa sih yang gak kenal dengan istilah ini, pasti semua udah tahu apa yang di maksud dengan pacaran. Tapi, apakah kalian tahu berasal dari manakah budaya pacaran itu??
            Pacaran itu berasal dari budaya orang-orang barat, dan ternyata eh ternyata pacaran itu mengandung lebih banyak mudharatnya/sisi negatifnya daripada manfaatnya. Orang biasanya mengenal pacaran itu ialah hubungan perkenalan atau pendekatan sebelum dia menikah, tapi faktanya kebanyakan pernikahan yang diawali dengan pacaran berakhir dengan PERCERAIAN. Why??? Karena bisa saja karena suaminya merasa bosan dan akhirnya mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain) ataupun sebaliknya. Tapi juga pacaran itu lebih banyak merugikan kaum wanita, kenapa?? Karena pada saat pacaran, wanita lebih banyak percaya pada rayuan gombal gembel para lelaki yang pada akhirnya wanita memberikan segala miliknya pada sang lelaki.
Padahal pacaran merugikan para kaum wanita, wanita yang mau pacaran itu bagaikan Rest Area (tempat bersinggah). Lelaki hanya mampir dan bisa pergi gitu aja bila bosan. Nah, para kaum wanita apakah mau diperlakukan seperti itu?? Pasti gak mau kan?? Terkadang juga mereka rela memberikan dengan “Percuma” dan akhirnya terjadi kecelakaan, maka lelaki kebanyakan tidak mau tanggung, padahal di Mal atau supermarket sering ada tulisan “pecah berarti membeli” tapi malah dipecahin sama orang yang gak mampu beli… cape deh!!!
Nah, terkadang para aktivis-aktivis pacaran mempunyai alasan yang selalu di awali dengan kata “tapi kan….!!!!” Ini alasan yang sering dibuat oleh para aktivis-aktivis pacaran:
1.      ”Pacaran menambah semangat belajar”
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada. Mungkin memang awalnya menambah semangat karena ingin memperlihatkan kepada pacarnya bahwa dia pintar, waduh niatnya aja udah jelek tuhh. Dengan begitu kedepannya nilainya malah jadi jeblok bin hancur.
Why??? Karena pacaran itu ibarat narkoba yang dapat membuat kecanduan dan ketagihan. Nafsu yang harus tetap terpenuhi, akhirnya kepala dipenuhi oleh khayalan dan bayangan yang tidak semestinya. Jadi, pacaran itu memang belajar tapi belajar maksiat??? Betul gak bro??
2.      “Pacaran itu menjalin tali silahturahim”
Silahturahim itu berasal dari kata Shilah yang artinya hubungan dan Rahim yang artinya rahim bunda/ibu. Jadi, yang dimaksud dengan menjalin silahturahim sebernarnya ialah menyambung hubungan antarkerabat dekat yang memang mempunyai hubungan darah atau mahram kita.
Jika memang berniat untuk silahturahim, harusnya lebih utama kita menjalin silahturahim ke orangtua sendiri, kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, atau mahram kita yang lain. Pacaran bukanlah alasan yang mengatas namakan silahturahmi, karena silahturahmi itu berpahala dan menambah rezeki dan berkah sedangkan, pacaran itu maksiat dan malah akan menanmbah dosa. Tiada pernah sama antara maksiat dan taat.
3.      “Pacaran gak ngapa-ngapain, Cuma pegangan/telfonan doang”
Tahu gak bro?? “Cuma” itu kata yang berbahaya. Karena semua kemaksiatan awalnya juga “Cuma”. Selingkuh itu awalnya ya “Cuma” teman. Hamil itu juga awalnya “Cuma” pegangan.
4.      “Pacaran Cuma katakan sayang/cinta doing kok”
Setiap amal dan lisan kita bakal di pertanggung jawabkan dan Allah hisab, tiada satupun yang luput dari pengawalan dan pengawasan-Nya. Mengatakan kata-kata yang bukan hak bagimu dan tidak halal baginya adalah suatu kesalahan. Kehormatan wanita harus dijaga, kemuliaannya pun harus dilindungi. Itu berarti lebih baik tidak perlu mengucapkan kata-kata sebelum waktunya. Kapan waktunya?? Jika memang kalian berdua sudah siap dan langsung menikah, saat itulah segala hal yang haram bagi kalian berdua akan menjadi halal dan mendapatkan berkah dari Allah.
5.      “Pacaran itukan tanda cinta, Allah kan memerintahkan manusia untuk saling mencinta”
Waduh, gini nih… lelaki yang sudah terinfeksi VMJ (Virus Merah Jambu) kata-katanya terkadang menjadi lebih puitis dan mendramatisir. Bagus tapi alasannya itu salah besar. Allah SWT memang Zat yang penuh cinta karena Dialah yang menurunkan rasa cinta bagi manusia. Karena itu Allah menurunkan cinta kepada manusia agar bisa di ungkapkan dengan pernikahan yang halal. Bukan malah dengan alasan pacaran, itu sama saja bermaksiat kepada Allah SWT. Na’udzubillah….
6.      “Pacaran kan buat dia bahagia, bukankah menyenangkan orang lain itu amal saleh?”
Niatnya sih bagus, tapi bagaimana dengan orangtuamu??? Pernah kalian bahagiakan?? Senang kah orangtua kalian menyaksikan kalian bermaksiat?? Berhubungan tak tentu arah, dan juga dengan resiko yang begitu besar.
Dan juga ketika pacaran bukan bahagia yang kalian dapat, tapi hanya kenikmatan sementara, yang ada batasnya dan menuntut korban. Dan juga, sebenarnya siapa sih yang kamu bahagiakan?? Dirinya atau dirimu???
7.      “Pacaran itu penjajakan pranikah”
Gitu yah, penjajakan pranikah?? Begitulah ciri-ciri lelaki yag miskin komitmen, penajajakan dulu bukannya akad dulu. Masalahnya, nikahnya belum jelas kapan. Bisa saja dua, tiga, ataupun duapuluh tahun lagi. Sedangkan penjajakannya sudah jalan duluan.
8.      “Pacaran karena aku sayang padanya”
DUSTA!!!! Bagaimana mungkin bilang sayang bila sebenarnya tidak memperdulikan masa depan si doi??? Pacaran itu adalah aktivitas maksiat, yang mengundang petaka dunia dan malapetaka akhirat. Bila kamu benar-benar saying sama si doi tentu takkan rela bila tubuh yag di sayanginya itu di sentuh api neraka karena perbuatan maksiat.
Pacaran itu tanda kedewasaan atau beradegan dewasa?? Kebanyakan remaja Indonesia menganggap jika dia sudah dewasa berarti ia sudah mampu menggandeng tangan wanita, melakukan aktivitas dewasa lainnya, seperti apel malam minggu, jalan, makan di kafe atau restoran. Tentu tidak ketinggalan, akhirnya melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan.
Alasan pacaran biasanya berkenalan sebelum menikah itu adalah dusta. Remaja belum tentu siap menikah, karenanya pacaran hanya menjadi alat untuk memuaskan nafsunya lelaki atau bisa saja wanita itu yang menginginkannya.
Bukan pacaran namanya kalau gak berpegangan, berciuman, meraba-raba, ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang meninggikan syahwat. Berkenalan mungkin benar, tapi terbatas hanya fisik yang dikenali. Wajar saja bila terjadi zina. Pertemuan rutin menghasilkan kesempatan yang muncul secara acak atau lewat kesempatan yang terencana. Setan pasti selalu menemani dua insan yang bukan muhrim berdua-duaan dan pacaran memang enaknya berduaan, Cocok.
Ditambah dengan budaya-budaya barat yang diimpor melalui sinetron, film, dan media-media lainnya yang sudah menjadi kiblatnya para remaja masa kini. Pesta-pesta di rumah ala Amerika sampai wisuda keperawanan ala Jepang jadi idaman remaja. Hasilnya pasti sudah bisa ditebak, FREESEX Merajalela.
Berdasarkan data dari BKKBN menunjukkan pada 2010 jumlah gadis yang sudah gak perawan menjadi mayoritas, di Surayaba(54%), Medan(52%), Jabodetabek(51%), Bandung(47%), dll. Dan pada 2007, berdasarkan hasil survey di 12 kota besar di Indonesia 92% pelajar pernah melakukan kissing, petting, & oralsex, 62% pernah melakukan hubungan intim, 22,7% siswi SMA pernah melakukan aborsi. Na’udzubillah…
Dan menariknya lagi, menurut BKKBN, usia rata-rata mulai pacaran adalah 12 tahun. Itu baru fakta yang terlihat, bagaikan gunung es dilaut. Yang tampak tak sebesar apa yang disembunyikan di bawah permukaan laut. Tentunya, bakal lebih mengerikan lagi.
Kenapa pacaran lebih suka di tempat yang sepi dan remang-remang?? Ataupun tempat gelap vakal lebih disukai. Karena jelas ada aktivitas yang tidak ingin dilihat oleh orang lain, yang hanya bisa dilakukan di tempat sepi dan remang-remang.
Bila melihat fakta ini, wanitanya harus sudah bisa sadar bahwa pacaran itu mengancam masa depannya dan bukan aktivitas yang aman baginya. Wanita dengan masa depan cerah itu penting bagin laki-laki, tetapi wanita dengan “masa lalu tanpa noda” itu jauh lebih berharga dan penting. Pacaran tidak membangun masa depan, tapi malah akan menghancurkannya.

            Semoga artikel yang saya tulis bisa berguna dan membuka mata hati para remaja agar menjauhi yang namanya aktivitas pacaran, aamiin. Saya mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang tidak berkenan di hati. Wabillahi taufiq Wal hidayah, Wa birridho Wal inayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.