Assalamualaikum…
Waduh, kalo ngebahas masalah ini memang paling enak ya. Bener gak bro ??? iya
aja dehh…. Hahah. Cinta memang adalah anugrah yang langsung diturunkan oleh
Allah SWT untuk seluruh ciptaan-Nya. Tetapi, terkadang manusia sering salah
kaprah dengan yang dimaksud dengan CINTA. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud
dengan cinta itu???
Orang sering bilang cinta itu fitrah
atau cinta itu anugrah, maksudnya ialah cinta adalah hal yang dapat memanusiakan
manusia, mewarnai kehidupan, dan menerbitkan harapan. Tak ada masalah dengan
adanya cinta pada manusia dan tak ada pula Allah menurukan rasa cinta yang
menyiksa. Allah menurunkan cinta agar dua insan dapat menyatu dalam bahtera
asa.
Cinta adalah pemberian Allah dan
karunia-Nya. Allah menanamkan rasa cinta pada kita sebagai tanda cinta-Nya
kepada kita semua dan agar kita berpikir tentang-Nya. Jadi, cinta itu
karunia-Nya sehingga mustahil Allah menurunkan kepada manusia sesuatu yang
buruk.Tapi, cinta juga adalah potensi kemaksiatan juga dapat berupa potensi
ketaatan. Cinta itu juga bebas dari segala nilai dan juga cinta itu bersifat
netral, maksudnya tidak dapat memihak pada apapun.
Makna cinta itu sangatlah luas, maka dari itu janganlah
persempit dengan syahwat, kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan
dengan sebuah kemaksiatan. Islam adalah agama yang mengajarkan tentang cinta
dan kasih sayang, seperti cinta suami kepada istri dan juga sebaliknya, dari
ayah-bunda kepada anaknya dan sebaliknya, juga kepada sesama saudara, sesama manusia, dan juga seterusnya.
Islam tidak pernah mengHARAMkan
cinta, islam mengarahkan cinta agar dapat berjalan pada yang semestinya. Islam
mengatur bagaimana menunaikan cinta kepada orang tua, kepada saudara seiman,
kepada sesama manusia, juga tentunya kepada lawan jenis. Bila bicara tentang
cinta kepada lawan jenis, satu-satunya jalan adalah PERNIKAHAN yang dengan semuanya cinta akan jadi halal dan penuh
keberkahan. Tetapi, sebalikanya islam sangat
melarang keras segala bentuk interaksi cinta yang tidak halal. Bukan karena apa
apa, tapi islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah segala
kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia itu sendiri. Cinta yang tak
semestinya, dan juga tidak halal itulah yang di maksud dengan cinta yang
merusak.
Waduh daritadi bicarain cinta yang
gak halal.. gimana sih cinta yang gak halal itu?? Gini bro, cinta yang gak
halal itu contohnya seperti PACARAN… siapa sih yang gak kenal dengan istilah
ini, pasti semua udah tahu apa yang di maksud dengan pacaran. Tapi, apakah
kalian tahu berasal dari manakah budaya pacaran itu??
Pacaran itu berasal dari budaya
orang-orang barat, dan ternyata eh ternyata pacaran itu mengandung lebih banyak
mudharatnya/sisi negatifnya daripada manfaatnya. Orang biasanya mengenal
pacaran itu ialah hubungan perkenalan atau pendekatan sebelum dia menikah, tapi
faktanya kebanyakan pernikahan yang diawali dengan pacaran berakhir dengan
PERCERAIAN. Why??? Karena bisa saja karena suaminya merasa bosan dan akhirnya
mempunyai WIL (Wanita Idaman Lain) ataupun sebaliknya. Tapi juga pacaran itu
lebih banyak merugikan kaum wanita, kenapa?? Karena pada saat pacaran, wanita
lebih banyak percaya pada rayuan gombal gembel para lelaki yang pada akhirnya
wanita memberikan segala miliknya pada sang lelaki.
Padahal pacaran merugikan para kaum wanita, wanita yang mau
pacaran itu bagaikan Rest Area (tempat bersinggah). Lelaki hanya mampir dan
bisa pergi gitu aja bila bosan. Nah, para kaum wanita apakah mau diperlakukan
seperti itu?? Pasti gak mau kan?? Terkadang juga mereka rela memberikan dengan “Percuma” dan akhirnya terjadi
kecelakaan, maka lelaki kebanyakan tidak mau tanggung, padahal di Mal atau
supermarket sering ada tulisan “pecah
berarti membeli” tapi malah dipecahin sama orang yang gak mampu beli… cape
deh!!!
Nah, terkadang para aktivis-aktivis pacaran mempunyai alasan
yang selalu di awali dengan kata “tapi
kan….!!!!” Ini alasan yang sering dibuat oleh para aktivis-aktivis pacaran:
1.
”Pacaran menambah semangat belajar”
Ini alasan yang lucu karena
bertentangan dengan fakta yang ada. Mungkin memang awalnya menambah semangat
karena ingin memperlihatkan kepada pacarnya bahwa dia pintar, waduh niatnya aja
udah jelek tuhh. Dengan begitu kedepannya nilainya malah jadi jeblok bin
hancur.
Why??? Karena pacaran itu ibarat
narkoba yang dapat membuat kecanduan dan ketagihan. Nafsu yang harus tetap
terpenuhi, akhirnya kepala dipenuhi oleh khayalan dan bayangan yang tidak
semestinya. Jadi, pacaran itu memang belajar tapi belajar maksiat??? Betul gak
bro??
2.
“Pacaran itu menjalin tali
silahturahim”
Silahturahim itu berasal dari kata Shilah yang artinya hubungan dan Rahim yang artinya rahim bunda/ibu.
Jadi, yang dimaksud dengan menjalin silahturahim sebernarnya ialah menyambung
hubungan antarkerabat dekat yang memang mempunyai hubungan darah atau mahram
kita.
Jika memang berniat untuk
silahturahim, harusnya lebih utama kita menjalin silahturahim ke orangtua
sendiri, kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, atau mahram kita yang lain. Pacaran
bukanlah alasan yang mengatas namakan silahturahmi, karena silahturahmi itu
berpahala dan menambah rezeki dan berkah sedangkan, pacaran itu maksiat dan
malah akan menanmbah dosa. Tiada pernah sama antara maksiat dan taat.
3.
“Pacaran gak ngapa-ngapain, Cuma
pegangan/telfonan doang”
Tahu gak bro?? “Cuma” itu kata yang berbahaya. Karena semua kemaksiatan awalnya
juga “Cuma”. Selingkuh itu awalnya
ya “Cuma” teman. Hamil itu juga
awalnya “Cuma” pegangan.
4.
“Pacaran Cuma katakan sayang/cinta
doing kok”
Setiap amal dan lisan kita bakal di
pertanggung jawabkan dan Allah hisab, tiada satupun yang luput dari pengawalan
dan pengawasan-Nya. Mengatakan kata-kata yang bukan hak bagimu dan tidak halal
baginya adalah suatu kesalahan. Kehormatan wanita harus dijaga, kemuliaannya
pun harus dilindungi. Itu berarti lebih baik tidak perlu mengucapkan kata-kata
sebelum waktunya. Kapan waktunya?? Jika memang kalian berdua sudah siap dan
langsung menikah, saat itulah segala hal yang haram bagi kalian berdua akan
menjadi halal dan mendapatkan berkah dari Allah.
5.
“Pacaran itukan tanda cinta, Allah
kan memerintahkan manusia untuk saling mencinta”
Waduh, gini nih… lelaki yang sudah
terinfeksi VMJ (Virus Merah Jambu) kata-katanya terkadang menjadi lebih puitis
dan mendramatisir. Bagus tapi alasannya itu salah besar. Allah SWT memang Zat
yang penuh cinta karena Dialah yang menurunkan rasa cinta bagi manusia. Karena
itu Allah menurunkan cinta kepada manusia agar bisa di ungkapkan dengan
pernikahan yang halal. Bukan malah dengan alasan pacaran, itu sama saja
bermaksiat kepada Allah SWT. Na’udzubillah….
6.
“Pacaran kan buat dia bahagia,
bukankah menyenangkan orang lain itu amal saleh?”
Niatnya sih bagus, tapi bagaimana
dengan orangtuamu??? Pernah kalian bahagiakan?? Senang kah orangtua kalian menyaksikan
kalian bermaksiat?? Berhubungan tak tentu arah, dan juga dengan resiko yang
begitu besar.
Dan juga ketika pacaran bukan bahagia
yang kalian dapat, tapi hanya kenikmatan sementara, yang ada batasnya dan
menuntut korban. Dan juga, sebenarnya siapa sih yang kamu bahagiakan??
Dirinya atau dirimu???
7.
“Pacaran itu penjajakan pranikah”
Gitu yah, penjajakan pranikah??
Begitulah ciri-ciri lelaki yag miskin komitmen, penajajakan dulu bukannya akad
dulu. Masalahnya, nikahnya belum jelas kapan. Bisa saja dua, tiga, ataupun
duapuluh tahun lagi. Sedangkan penjajakannya sudah jalan duluan.
8.
“Pacaran karena aku sayang padanya”
DUSTA!!!!
Bagaimana mungkin bilang sayang bila sebenarnya tidak memperdulikan masa depan
si doi??? Pacaran itu adalah aktivitas maksiat, yang mengundang petaka dunia
dan malapetaka akhirat. Bila kamu benar-benar saying sama si doi tentu takkan
rela bila tubuh yag di sayanginya itu di sentuh api neraka karena perbuatan
maksiat.
Pacaran itu tanda
kedewasaan atau beradegan dewasa?? Kebanyakan remaja Indonesia menganggap jika dia sudah dewasa
berarti ia sudah mampu menggandeng tangan wanita, melakukan aktivitas dewasa
lainnya, seperti apel malam minggu, jalan, makan di kafe atau restoran. Tentu
tidak ketinggalan, akhirnya melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan.
Alasan pacaran biasanya berkenalan sebelum menikah itu adalah
dusta. Remaja belum tentu siap menikah, karenanya pacaran hanya menjadi alat
untuk memuaskan nafsunya lelaki atau bisa saja wanita itu yang menginginkannya.
Bukan pacaran namanya kalau gak berpegangan, berciuman,
meraba-raba, ataupun aktivitas-aktivitas lainnya yang meninggikan syahwat.
Berkenalan mungkin benar, tapi terbatas hanya fisik yang dikenali. Wajar saja
bila terjadi zina. Pertemuan rutin menghasilkan kesempatan yang muncul secara
acak atau lewat kesempatan yang terencana. Setan pasti selalu menemani dua
insan yang bukan muhrim berdua-duaan dan pacaran memang enaknya berduaan,
Cocok.
Ditambah dengan budaya-budaya barat yang diimpor melalui
sinetron, film, dan media-media lainnya yang sudah menjadi kiblatnya para
remaja masa kini. Pesta-pesta di rumah ala Amerika sampai wisuda keperawanan
ala Jepang jadi idaman remaja. Hasilnya pasti sudah bisa ditebak, FREESEX Merajalela.
Berdasarkan data dari BKKBN menunjukkan pada 2010 jumlah
gadis yang sudah gak perawan menjadi mayoritas, di Surayaba(54%), Medan(52%),
Jabodetabek(51%), Bandung(47%), dll. Dan pada 2007, berdasarkan hasil survey di
12 kota besar di Indonesia 92% pelajar pernah melakukan kissing, petting, & oralsex, 62% pernah melakukan hubungan
intim, 22,7% siswi SMA pernah melakukan aborsi. Na’udzubillah…
Dan menariknya lagi, menurut BKKBN, usia rata-rata mulai
pacaran adalah 12 tahun. Itu baru
fakta yang terlihat, bagaikan gunung es dilaut. Yang tampak tak sebesar apa
yang disembunyikan di bawah permukaan laut. Tentunya, bakal lebih mengerikan
lagi.
Kenapa pacaran lebih suka di tempat yang sepi dan
remang-remang?? Ataupun tempat gelap vakal lebih disukai. Karena jelas ada
aktivitas yang tidak ingin dilihat oleh orang lain, yang hanya bisa dilakukan
di tempat sepi dan remang-remang.
Bila melihat fakta ini, wanitanya harus sudah bisa sadar
bahwa pacaran itu mengancam masa depannya dan bukan aktivitas yang aman
baginya. Wanita dengan masa depan cerah itu penting bagin laki-laki, tetapi
wanita dengan “masa lalu tanpa noda”
itu jauh lebih berharga dan penting. Pacaran tidak membangun masa depan, tapi
malah akan menghancurkannya.
Semoga
artikel yang saya tulis bisa berguna dan membuka mata hati para remaja agar
menjauhi yang namanya aktivitas pacaran, aamiin. Saya mohon maaf bila ada kata
atau kalimat yang tidak berkenan di hati. Wabillahi taufiq Wal hidayah,
Wa birridho Wal inayah, Wassalamualaikum Wr. Wb.